Minggu, 18 Agustus 2013
Serunya Balap Karung di Android
Inilah gim "Lompat Karung" yang diluncurkan pengembang asal Indonesia, Amagine Interactive, di Google Play Store pada 16 Agustus 2013. Dengan ukuran file sebesar 9,3 megabyte, gim ini bisa didapatkan secara gratis untuk pengguna perangkat Android.
Awas, "Smartphone" Bikin Mata Rabun Jauh
KOMPAS.com â" Jangan terlalu sering memandangi layar ponsel pintar (smartphone) kalau tidak mau mata menjadi rabun jauh. Inilah isi imbauan David Allamby, dokter bedah mata asal Inggris yang mengatakan smartphone berpotensi merusak kualitas pandangan pemakainya.
Allamby, ahli bedah laser yang juga memiliki klinik mata, menuding smartphone sebagai salah satu biang kerok meningkatnya jumlah orang yang menderita rabun jauh (miopi). Menurutnya, jumlah orang Inggris yang rabun jauh meningkat sebesar 35 persen sejak smartphone pertama diluncurkan pada 1997.
Perangkat pintar ini kerap dipandangi dalam jarak sangat dekat dari mata, yaitu sekitar 30 cm atau bahkan hanya 18 cm. Angka tersebut lebih dekat dibandingkan koran yang biasanya dibaca dalam jarak 40 cm.
Pengguna smartphone juga cenderung betah memandangi layar secara berlama-lama. Akibatnya, Allamby menjelaskan bahwa gen yang mengontrol sifat miopi menjadi aktif bahkan hingga lewat masa pertumbuhan (21 tahun). Kini, orang berumur 40 tahun sekalipun bisa terkena rabun jauh.
"Kalau tren seperti ini terus berlanjut, saya memperkirakan 40-50 persen orang berusia 30-an tahun bisa menderita rabun jauh pada 2033 nanti," ujar Allamby, seperti dikutip oleh Daily Mail.
Perangkat elektronik berlayar lain yang dipandangi dari jarak relatif dekat, seperti komputer, televisi, dan tablet, juga dapat mengakibatkan rabun jauh. Untuk mencegahnya, Allamby menyarankan pengguna tak berlama-lama memandangi perangkat itu dalam satu waktu.
Mata perlu istirahat agar tak memelototi layar terus menerus, misalnya dengan berjalan-jalan keluar rumah tanpa membawa smartphone. "Pertimbangkan juga dengan serius sebelum memberikan smartphone pada anak-anak," tambah Allamby.
Sebelumnya, University of California juga pernah merilis hasil penelitian tentang gangguan mata jika indra penglihatan itu terus-menerus fokus pada layar dan menyesuaikan diri dengan jarak proyeksi yang ditampilkan layar.
Hal ini dikenal dengan sebutan "vergence-accomodation," yang biasanya membuat beberapa orang merasa mual atau pusing ketika menonton film 3D. Seperti diketahui, gambar 3D seakan membuat suatu obyek berada dalam jarak sangat dekat atau bahkan sangat jauh dari pandangan, hal ini membuat mata bergerak secara simultan dalam arah berlawanan untuk mempertahankan fokus.
Sabtu, 17 Agustus 2013
Burung di Google Doodle 17 Agustus Bukan Garuda?
Google doodle tanggal 17 Agustus 2013 untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-68
JAKARTA, KOMPAS.com - Situs mesin pencari internet Google turut merayakan HUT Ke-68 tahun Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2013), dengan menampilkan desain dekoratif (doodle) bernuansa merah putih, lengkap dengan sosok burung berwarna emas.
Tapi, apakah burung tersebut benar merupakan "Garuda" yang dikenal sebagai lambang negara Indonesia?
Jika diperhatikan, lembaran-lembaran bulu pada gambar burung di doodle tersebut berjumlah 9 buah di masing-masing sayap, sementara ekornya memiliki 6 helai bulu.
Sebagai perbandingan, gambar burung Garuda Pancasila yang menjadi lambang negara Indonesia memiliki 17 helai bulu di tiap sayapnya, dan 8 helai pada bagian ekor, melambangkan tanggal dan bulan kemerdekaan Indonesia.
Adapun jumlah bulu di bagian pangkal ekor ada 19 dan leher ada 45 helai, melambangkan tahun dilakukannya proklamasi kemerdekaan, yaitu 1945.
Di bagian tengah, terdapat perisai dengan lima buah gambar yan g mewakili tiap-tiap sila dalam Pancasila.
Lambang Garuda Pancasila ini pertama kali dirancang oleh Sultan Hamid II pada 1950, yang terinspirasi dari burung yang jadi kendaraan Wishnu dalam mitologi kuno Indonesia.
Jadi, apakah gambar burung di doodle Google 17 Agustus tahun ini merupakan garuda atau jenis lain?
Jumat, 16 Agustus 2013
Produsen PC Terbesar Lebih Banyak Jual Smartphone
Logo Lenovo
KOMPAS.com - Produk apa yang paling banyak dijual oleh Lenovo, pabrikan asal China yang baru dinobatkan jadi produsen PC terbesar di dunia? Ternyata bukan PC, melainkan smartphone dan tablet.
Hal itu diungkapkan sendiri oleh Lenovo dalam laporan keuangan kuartal fiskal pertama 2013/2014, sebagaimana dikutip oleh BGR.
"Untuk pertama kalinya, angka penjualan gabungan smartphone dan tablet berhasil melewati PC," tulis Lenovo dalam sebuah laporan. Perusahaan ini menjadi produsen smartphone terbesar keempat di dunia dengan pangsa pasar 4,7 persen, menurut data kuartal kedua 2013 dari lembaga riset IDC.
Penjualan smartphone Lenovo meningkat lebih dari dua kali pada periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni itu, menjadi 11,4 juta unit. Tablet Lenovo terjual 1,5 juta unit sehingga angka gabungan keduanya mencapai 12,9 juta unit.
Adapun penjualan produk PC Lenovo dalam kurun waktu yang sama te rcatat sebersar 12,6 juta unit. Berdasarkan data IDC, angka tersebut turun 1,6 persen dibanding kuartal sebelumnya, tapi masih jauh lebih baik dibandingkan kondisi pasar secara keseluruhan yang mencatat penurunan 11 persen.
Terlalu murah
Kendati terjual dalam jumlah besar, kontribusi smartphone dan tablet terhadap pendapatan Lenovo yang tercatat sebesar 8,8 miliar dollar AS, masih lebih kecil dibandingkan PC, yaitu hanya 14 persen.
Hal ini, sebagaimana dikutip dari New York Times, disebabkan oleh harga produk-produk smartphone dan tablet Lenovo yang rendah.
Harga rata-rata smartphone Lenovo di China, misalnya, kurang dari 100 dollar AS sementara perangkat high-end macam Apple iPhone 5 dan Samsung Galaxy S4 bisa dijual seharga 700 dollar AS di negara yang sama.
China merupakan pasar terbesar bagi Lenovo yang 80 persen penjualannya disumbang oleh Negeri Tirai Bambu tersebut.
Anali s memperkirakan bahwa Lenovo boleh jadi akan mempertimbangkan opsi akuisisi perusahaan lain untuk mendongkrak harga jual produk-produk smartphone miliknya.
Selasa, 13 Agustus 2013
Di China, Samsung Kalah Populer
Xiaomi Red Rice KOMPAS.com - Nama besar Samsung dan Apple ternyata tidak terlalu berpengaruh di China. Popularitas produk buatan kedua perusahaan ponsel raksasa dunia ini ternyata masih kalah dari perusahaan jawara lokal, Xiaomi.
Menurut perusahaan benchmark Antutu, seperti dikutip dari Tech Crunch, Rabu (14/8/2013), ponsel pintar fenomenal buatan Xiaomi, Mi 2S, merupakan ponsel paling populer di negeri Tirai Bambu tersebut.
Ponsel ini disebut fenomenal karena mampu memecahkan rekor penjualan tercepat di dunia. Saat peluncurannya, produk tersebut laku 200.000 unit hanya dalam waktu 45 detik saja.
Menurut data dari Antutu dalam subjek "volume perangkat yang aktif di China", Xiaomi Mi 2S merupakan ponsel yang paling laku dijual di China pada tengah tahun pertama tahun 2013. Di tempat kedua, ada perangkat buatan Samsung, Galaxy S4.
Salah satu alasan mengapa Xiaomi Mi 2S begitu laku di China adalah harganya. Ia dijual dengan banderol harga sekitar 27 7 dollar AS atau Rp 2,7 juta, bandingkan dengan Galaxy S4 yang harganya sekitar 600 dollar AS. Harga produk Mi 2S sebenarnya sudah mengalami penurunan dari 326 dollar AS di tahun lalu.
Alasan lainnya, perangkat ini memiliki kinerja yang tidak kalah jauh dari ponsel kelas atas sekalipun. Masih menurut Antutu, skor yang didapatkannya tidak berbeda jauh dengan S4 dan lebih tinggi dari HTC One.
Di belahan negara Asia lainnya, Galaxy Note II merupakan ponsel paling populer di Hong Kong dan Taiwan. Sedangkan warga Jepang lebih memilih untuk menggunakan produk buatan pabrikan lokal, Sony Xperia Z.
Mengapa belum hadir di negara lain?
Saat ini, produk buatan Xiaomi masih belum populer, bahkan belum hadir, di luar China. Alasannya cukup sederhana. Xiaomi ternyata belum mampu menghadirkan jumlah perangkat yang cukup untuk dijual di luar China. Mereka hanya memproduksi jumlah perangkat yang cukup sesuai permintaan pelanggan di China saja.
Lei Jun, CEO Xiaomi, pernah menyatakan, mereka hanya memproduksi perangkat dengan jumlah terbatas, hanya sesuai dengan target penjualan mereka saja.
Strategi tersebut pun sebenarnya sedikit merugikan. Dengan tingkat produksi saat itu, waktu peluncuran produk mereka sempat mundur 3 hingga 4 bulan.
Namun masalah tersebut tampaknya sudah mulai teratasi. Lihat saja jumlah penjualan produk Xiaomi tahun ini berbanding tahun lalu. Di 6 bulan pertama tahun 2013, jumlah produk yang terjual telah mencapai 7,03 juta unit, berbanding 7,19 juta unit di keseluruhan tahun 2012 lalu.
Google Mau Bayar Lebih untuk Pelapor Lubang
Google KOMPAS.com - Ada banyak cara yang digunakan oleh sebuah perusahaan software untuk mencari lubang keamanan pada produknya. Salah satu cara yang paling banyak digunakan adalah dengan meminta pengguna untuk melaporkan setiap lubang keamanan yang ditemukan, tentunya dengan tawaran uang "jasa" dengan nominal yang menggiurkan.
Salah satu perusahaan yang menggunakan cara ini adalah Google. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan raksasa internet ini sudah berhasil menutup lebih 2.000 celah dalam 3 tahun belakangan ini, berkat program "berburu bug" ini.
Uang yang dikeluarkan oleh Google dalam periode tersebut pun luar biasa besar. Mereka sudah menghabiskan uang sebesar 2 juta dollar AS untuk program ini. Secara detil, 1 juta dollar AS dihabiskan untuk program Chromium VRP/Pwnium dan sisanya untuk program Google Web VRP.
Untuk terus menarik minat para pengguna dan pemburu bug, Google berencara untuk meningkatkan hadiah dari program ini. Biasanya, Go ogle menawarkan uang tunai maksimal sebesar 1.000 dollar AS atau sekitar Rp 10 juta, tergantung tingkat kesulitan bug yang ditemukan. Nantinya, hadiah ini akan ditingkatkan hingga maksimal 5.000 dollar AS atau RP 50 juta per celah yang ditemukan.
"Kami akan memberikan hadiah yang lebih besar untuk bug karena kami percaya bug yang ada saat ini lebih memberikan ancaman keamanan yang lebih berbahaya kepada pengguna," kata pihak Google, seperti dikutip dari The Next Web, Selasa (13/8/2013).
Selain Google, perusahaan besar yang sudah menggunakan cara seperti ini adalah Facebook. Perusahaan jejaring sosial ini juga telah menggelontorkan uang cukup besar untuk program ini, yakni sebesar 1 juta dollar AS.
Perusahaan teknologi besar lainnya yang juga punya program tersebut adalah Mozilla dan Microsoft.
Program "pencarian bug" ini merupakan cara yang sangat baik untuk menemukan celah yang ada. Program tersebut tidak hanya dapat memotivasi para peretas untuk menemukan celah saja, tetapi dapat juga dapat "mendorong" mereka untuk menyerahkan informasi mengenai celah tersebut daripada menggunakannya atau menjualnya untuk hal negatif.
Senin, 12 Agustus 2013
Kabel Telkom Dicuri, 3G Telkomsel Terganggu
Ilustrasi. KOMPAS.com - Layanan internet 3G dari Telkomsel mengalami gangguan sejak Minggu siang (11/8/2013) pukul 12.00 WIB. Hal ini disebabkan putusnya kabel fiber optic kapasitas 96 core dan kabel tembaga kapasitas 1.400 satuan sambungan telepon milik perusahaan induk Telkom di wilayah Medan, Sumatera Utara.
"Konsekuensinya, trafik internet melalui jaringan 3G Telkomsel sedikit melambat tapi masih bisa berfungsi serta gangguan komunikasi data dan internet beberapa pelanggan korporat," kata Arif Prabowo, Vice President Public Relations Telkom, dalam keterangan resmi yang KompasTekno terima, Senin (12/8/2013).
Mengetahui adanya masalah ini, pihak Telkom pun langsung bergerak cepat dengan melakukan perbaikan kabel.
"Telkom sedang melakukan perbaikan sesegera mungkin, agar seluruh layanan secepatnya pulih," ujar Arif.
Sambil menunggu perbaikan, Telkom mengalihkan sebagian trafik melalui jalur transmisi lain dan radio transm isi digital dengan memprioritaskan layanan publik dan layanan Telkomsel.
"Dengan kejadian ini, Telkom meminta maaf kepada para pelanggan, karena akses layanan komunikasi di beberapa lokasi di Medan terganggu, baik berupa layanan telepon rumah, layanan internet serta komunikasi data," kata Arif.
Gangguan layanan ini tampaknya tidak akan berlangsung lama. Telkom memprediksi layanan bisa kembali pulih pada Selasa (13/8/2013).