Senin, 26 Agustus 2013

Foto Pengujian Puluhan iPhone 5C Menyeruak

Foto Pengujian Puluhan iPhone 5C Menyeruak

mobilissimo.ro
Gambar yang diduga merupakan foto resmi iPhone 5C KOMPAS.com - Menjelang 10 September 2013, tanggal yang disinyalir sebagai hari diumumkannya iPhone 5S dan iPhone 5C, gambar-gambar bocoran terkait kedua produk tersebut semakin membanjiri dunia maya. Salah satu gambar terbaru memperlihatkan iPhone 5C yang sedang diuji di pabrik Pegatron, Shanghai, China.

Gambar tersebut untuk pertama kalinya terlihat di situs Twitter-nya China, Sina Weibo. Dalam gambar (di bawah ini) terlihat puluhan perangkat, yang diduga sebagai iPhone 5C, sedang dalam keadaan diisi dayanya.

Phone Arena Produk ini disinyalir sebagai iPhone 5C dan sedang dalam masa pengujian. Ponsel-ponsel ini dikatakan sedang di-charge untuk kegiatan pengujian berikutnya. Apabila lolos, perangkat ini akan langsung masuk kotak dan siap untuk dikirimkan.

Siapakah sebenarnya orang yang mengambil foto ini? Si pengunggah sekaligus pengambil foto tersebut mengaku bekerja di departemen Quality Control di Pegatron, salah satu pabrik yang ditunjuk oleh Apple untuk merakit iPhone 5S dan iPhone 5C. Ia pun telah bekerja cukup lama di perusahaan ini, yaitu sejak pertengahan Juli 2013 yang lalu.

"iPhone 5C low-end yang akan dirilis untuk konsumen di China pada bulan September tersebut tampak tidak terlihat terlalu berbeda dari Xiaomi Phone 2, benar?" tulis sang karyawan.

Meski tampak seperti gambar-gambar bocoran yang selama ini banyak beredar, ada kemungkinan foto pengujian ini hanyalah hoax. Perangkat tersebut bisa saja merek lain yang serupa. Berita ini hanya bisa dibuktikan pada saat peluncurannya nanti.

iPhone 5C kabarnya ak an dilengkapi dengan jeroan berupa prosesor dual-core Apple A6 berkecepatan 1.3 GHz dengan GPU PowerVR XGX 543MP3, dipadu RAM berkapasitas 1GB. Pilihan media penyimpanan disinyalir sama dengan iPhone versi sebelumnya, yaitu 16, 32, dan 64GB.

Harganya diprediksi analis bakal berada pada kisaran 400 hingga 500 dollar AS, atau lebih rendah dari titik harga yang biasanya dipatok Apple untuk iPhone tetapi tak sampai menyentuh segmen bawah.

Jumat, 23 Agustus 2013

BlackBerry Indonesia Siap dengan Kemungkinan Terburuk

BlackBerry Indonesia Siap dengan Kemungkinan Terburuk

Wicak Hidayat/KompasTekno
BlackBerry Q10 JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan direksi BlackBerry telah membentuk komite khusus untuk membahas langkah strategis yang akan diambil guna menentukan masa depan BlackBerry. Pihak BlackBerry Indonesia menyatakan siap dengan kemungkinan apapun.

CEO BlackBerry Thorsten Heins bergabung dengan komite khusus ini bersama direksi lain, seperti Timothy Dattels, Barbara Stymiest, Richard Lynch dan Bert Nordberg. Lembaga finansial JPMorgan Chase Co akan bertindak sebagai penasehat keuangan BlackBerry.

Managing Director BlackBerry Indonesia, Maspiyono Handoyo mengatakan, ada empat kemungkinan yang akan diambil dewan direksi jika pembahasan selesai dilakukan.

Pertama, tidak melakukan langkah strategis apapun dan melanjutkan rencana awal; kedua, melakukan strategic line yang mungkin bisa bekerjasama dengan perusahaan lain dalam hal lisensi paten dan aplikasi; ketiga, membentuk perusahaan patungan; dan yan g keempat adalah menjual perusahaan.

Apapun keputusannya nanti, Maspiyono mengatakan, BlackBerry Indonesia ikut dengan keputusan dewan direksi dan tetap fokus menjual produk-produknya di Indonesia. "Kita sebagai prajurit akan mengikuti segala langkah yang diambil para pemimpin," ujarnya kepada KompasTekno di Jakarta, Jumat (23/8/2013).

Maspiyono mengatakan, BlackBerry akan terus fokus bekerjasama dengan para mitra di Indonesia untuk menjual ponsel pintar, menjual layanan solusi komunikasi untuk korporasi, dan memastikan layanannya berjalan lancar.

Di Indonesia, BlackBerry bermitra dengan para operator seluler GSM dan CDMA, juga dengan tiga distributor resmi, yaitu PT Teletama Artha Mandiri (TAM), PT Comtech Selular, dan PT Surya Citra Multimedia (SCM).

Jika keputusan yang diambil dewan direksi adalah menjual perusahaan, BlackBerry memiliki "harta karun" berupa paten, perangkat lunak, dan bisnis jaringan, yang meningkatkan har ga jualnya.

Menurut perusahaan finansial BMO Capital Markets, aset paten, perangkat lunak, dan jaringan, masing-masing bisa bernilai 1 miliar dollar AS. Sementara unit bisnis perangkat keras BlackBerry hanya bernilai 800 juta dollar AS.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Gonjang-Ganjing BlackBerry

CEO Microsoft Umumkan Pensiun

CEO Microsoft Umumkan Pensiun

ExtremeTech.com CEO Microsoft Steve Ballmer sewaktu peluncuran Windows 8.1 Preview public beta, Rabu (26/6/2013) KOMPAS.com â€" CEO Microsoft, Steve Ballmer, telah mengumumkan rencananya untuk pensiun. Ia akan meninggalkan jabatan puncak itu dalam 12 bulan ke depan.

Seperti diberitakan oleh Reuters, Ballmer mengatakan akan pensiun setelah Microsoft menemukan penggantinya. Sebuah komite khusus pun telah dibentuk untuk menentukan siapa yang bakal menjabat sebagai CEO Microsoft berikutnya.

Komite tersebut terdiri dari Bill Gates (pendiri dan chairman Microsoft), serta beberapa anggota dewan direksi Microsoft, seperti John Thompson (yang akan menjadi ketua komite), Chuck Noski, dan Steve Luzco.

Siapa yang akan menggantikan Ballmer? Microsoft dikabarkan akan mempertimbangkan kandidat dari internal dan eksternal. Perusahaan rekrutmen eksekutif, Heidrick Struggles International, juga akan dilibatkan dalam pencarian ini.

Ballmer mengatakan, saat ini Microsoft membutuhkan CEO yang tepat untuk menghadapi perubahan yang sedang dialami Microso ft. "Kami butuh CEO yang akan mengawal arahan baru ini untuk waktu yang lama," ujarnya.

Arahan baru yang dimaksud Ballmer adalah perubahan Microsoft dari perusahaan yang dominan di bidang peranti lunak menjadi perusahaan perangkat dan layanan.

Selasa, 20 Agustus 2013

Samsung Mau Bikin Tablet "Jumbo"?

Samsung Mau Bikin Tablet "Jumbo"?

oik yusuf/ kompas.com

KOMPAS.com - Samsung mungkin adalah produsen yang menawarkan ragam ukuran layar tablet terbanyak, mulai dari 7, 8, hingga 10 inci. Belum lagi jika turut menghitung lini "phablet" perusahaan itu yang ukuran layarnya hanya sedikit di bawah tablet.

Kini, perusahaan asal Korea tersebut dikabarkan bakal segera memperluas jajaran produknya dengan tablet berukuran besar yang memiliki bentang layar 12 inci.

Hal tersebut diungkapkan oleh Korea Economic Daily yang dikutip oleh Cnet. Berdasarkan keterangan dari sejumlah sumber industri, Samsung diperkirakan akan merilis perangkat tersebut pada Oktober 2013.

Untuk saat ini, Samsung disebut masih sibuk mengembangkan tablet tersebut. Perangkat yang bersangkutan disinyalir bakal memiliki resolusi lebih tinggi dari tablet Nexus 10 yang juga diproduksi oleh raksasa elektronik Negeri Ginseng itu.

Rumor tentang rencana Samsung memproduksi tablet berukuran 12 inci sudah mulai beredar sejak awal 2013.   Selain Samsung, produsen lain yang juga dikabarkan sedang mempertimbangkan perangkat tablet layar lebar adalah Apple lewat produk yang disebut bernama "iPad Maxi."

Sejauh ini, tablet Samsung yang memiliki bentang layar terlebar adalah Galaxy Tab 3 10.1 (10 inci) dan ATIV Smart PC Pro (11,6 inci).

Beberapa produsen lain sudah lebih dahulu memperkenalkan tablet berukuran besar, seperti Toshiba dengan produk tablet Excite 13 (13 inci) yang diumumkan Juni lalu dan Panasonic yang berencana merilis tablet 20 inci dengan resolusi 4K menjelang akhir tahun ini.

Buruh Samsung Harus Rakit 3.000 Ponsel Sehari

Buruh Samsung Harus Rakit 3.000 Ponsel Sehari

Justin Sullivan/Getty Images/AFP

KOMPAS.com - Minggu lalu, pemerintah Brazil melakukan audit ke pabrik Samsung di Zona Perdagangan Bebas Manaus. Fasilitas produksi yang terdapat di sini merupakan salah satu yang terbesar di dunia milik perusahaan asal Korea Selatan itu. Jumlah pekerjanya mencapai 5.600 orang.

Seperti dikutip dari BBC, sejumlah fakta kurang mengenakkan kemudian terungkap dari hasil audit, seperti para pekerja yang diberi waktu sangat singkat untuk merakit sebuah ponsel: tak lebih dari 32 detik atau hanya sekitar setengah menit. Seorang pekerja di pabrik bisa merakit hingga 3.000 ponsel tiap harinya.

Waktu yang diberikan untuk merakit pesawat televisi sedikit lebih lama tetapi masih relatif singkat, yaitu 65 detik.

Persoalan waktu kerja juga menjadi masalah, karena para pekerja pabrik bisa menghabiskan waktu 10 jam dalam posisi berdiri sehingga kerap menderita sakit punggung. Setiap shift, menurut keterangan yang dihimpun dari pekerja, bisa berla ngsung hingga 15 jam per hari.

Kondisi lingkungan kerja yang tidak layak tersebut membuat pemerintah Brazil melayangkan tuntutan hukum atas Samsung, dengan permintaan ganti rugi sebesar 100 juta dollar AS karena perusahaan itu melanggar hukum tenaga kerja di negara yang bersangkutan.

Pihak Samsung telah memberikan respon dan mengatakan bakal mengambil tindakan begitu mendapat "pemberitahuan resmi".

"Kami berkomitmen memberikan lingkungan kerja yang berstandar tinggi dalam hal keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan kepada para rekanan kami di seluruh dunia," ujar seorang juru bicara Samsung.

Senin, 19 Agustus 2013

Apple Siapkan Toko Aplikasi untuk Anak

Apple Siapkan Toko Aplikasi untuk Anak

Apple
Logo toko aplikasi online Apple App Store KOMPAS.com - Apple sedang menyiapkan kategori Kids (Anak) dalam toko aplikasi online App Store di sistem operasi iOS 7. Kategori ini nantinya akan diisi oleh aplikasi khusus untuk anak-anak dengan usia maksimum 11 tahun.

Situs teknologi 9to5Mac melaporkan, Apple mengirim email yang mempersilakan pengembang iOS untuk mengirimkan aplikasi atau game untuk anak, yang akan dibagi dalam 3 rentang usia, yakni anak di bawah usia 5 tahun; anak usia 6 sampai 8 tahun; dan anak 9 sampai 11 tahun.

Ini merupakan salah satu upaya Apple mengajak pengembang membuat aplikasi atau game yang mendidik untuk anak. Di bulan Agustus 2013, Apple juga memperbarui ketentuan pembuatan aplikasi yang lebih kid-friendly.

Pengembang tidak diizinkan mengumpulkan informasi anak, seperti alamat email anak yang berusia di bawah 13 tahun tanpa persetujuan dari orang tua. Apple juga tidak mengizinkan pemuatan iklan di aplikasi atau game yang dimainkan oleh anak di bawah 13 tahun.

Virus "Tebar Pesona" Beredar di Instagram

Virus "Tebar Pesona" Beredar di Instagram

Josh Edelson/AFP
Instagram KOMPAS.com - Instagram kedatangan program jahat doyan "tebar pesona" alias suka menambah tanda like (love) sebuah foto atau menambah jumlah follower suatu akun. Program jahat ini kemudian diperjual-belikan di forum online karena memiliki potensi bisnis.

Para ahli keamanan mengatakan kepada Reuters, perusahaan yang ingin mempromosikan merek atau produknya lewat Instagram, tertarik dengan program jahat itu. Mereka ingin jumlah follower bertambah dan foto yang dipublikasi mendapat banyak like untuk meningkatkan reputasi dan popularitas.

Menurut perusahaan keamanan RSA, harga untuk 1.000 follower adalah 15 dollar AS, sementara 1.000 like dijual seharga 30 dollar AS.

RSA berpendapat, harga itu lebih mahal dari data 1.000 nomor kartu kredit yang paling kecil dihargai 6 dollar AS oleh para peretas di forum online.

Juru bicara Facebook, Michael Kirkland mengatakan, pi haknya terus berusaha meningkatkan sistem keamanan di Instagram, sebuah perusahaan rintisan yang dibeli Facebook pada April 2012 seharga 1 miliar dollar AS.

"Kami bekerja keras untuk membatasi spam di layanan kami dan melarang pemilk akun melakukan cara yang tidak sah atau otomatis," ujar Kirkland, seperti dikutip dari Reuters.

Program jahat yang menjangkiti Instagram ini merupakan hasil modifikasi dari Zeus, sebuah virus yang biasa digunakan untuk mencuri data kartu kredit. Menelisik sejarahnya, Zeus pertama kali muncul pada 2007 sebagai botnet untuk mencuri data perbankan dan berhasil menginfeksi ratusan juta komputer.

Menurut para ahli keamanan, ini merupakan pertama kalinya Zeus dimodifikasi sebagai program untuk menambah jumlah follower dan like di jejaring sosial internet. Fenomena ini sekaligus memberi pertanda betapa penting bisnis media sosial bagi perusahaan pemilik merek atau produk.

"Pemilik akun hanya s arana untuk mencapai tujuan. Para penjahat siber selalu mencari keuntungan," kata Chris Grier, pakar keamanan komputer dari University of California.